Categories
Pendidikan

Jenis dan Faktor Kesejahteraan Karyawan

Jenis dan Faktor Kesejahteraan Karyawan

Jenis dan Faktor Kesejahteraan Karyawan

Jenis Kesejahteraan Karyawan

Jenis kesejahteraan yang diusulkan oleh Panggabean (2002: 96) adalah:

  • Pembayaran waktu luang, seperti cuti, sakit, penyebab keluarga, cuti hari, dll.
  • Perlindungan ekonomi terhadap risiko seperti upah, asuransi jiwa, cedera, tunjangan terkait penyakit, kegiatan stagnan, ketidakmampuan untuk bekerja terus menerus, usia tua, kematian.
  • Layanan karyawan seperti kafetaria, rekreasi, van, plat nomor, bimbingan karir, perawatan kesehatan dan bantuan perumahan.
  • Pembayaran diwajibkan oleh undang-undang seperti asuransi hari tua dan janda yang masih hidup, jaminan sosial dan perawatan medis.

 

Tujuan Kesejahteraan kepada Karyawan

Dalam pandangan Handoko (2002: 184), kesejahteraan karyawan harus bermanfaat dan harus mendorong perusahaan untuk mencapai tujuan karyawan dan masyarakat dan tidak boleh melanggar peraturan hukum pemerintah:

  • Penarikan lebih efektif
  • Meningkatkan moral dan komitmen.
  • Mengurangi turnover dan absensi karyawan
  • Pengurangan kelelahan.
  • Kurangi dampak Serikat baik sekarang dan di masa depan.
  • Hubungan komunitas yang lebih baik
  • Memenuhi kebutuhan karyawan.
  • Minimalkan biaya tenaga kerja lembur
  • Mengurangi ancaman intervensi negara.
  • Mengurangi keluhan meningkatkan kondisi kerja.

Jika perusahaan memenuhi tunjangan kesejahteraannya, karyawan dapat bekerja dengan urutan kerja yang baik, menjalankan tugasnya dengan tulus dan tulus dengan kepuasan kerja yang tinggi, sehingga akan sangat mendukung kesuksesan. mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan.

 

Faktor-Faktor Perkembangan Program Kesejahteraan

Program kesehatan karyawan ini menjadi semakin penting karena alasan berikut:

  • Perubahan sikap karyawan yang dihasilkan dari peningkatan tingkat pendidikan.
  • Tuntutan pekerja serikat.
  • Persyaratan pemerintah ditegakkan dalam bentuk undang-undang.
  • Meningkatnya persaingan menyebabkan pengusaha berusaha memberikan berbagai jaminan agar karyawan tidak melarikan diri dari perusahaan.
  • Pengawasan tingkat gaji yang tinggi dan rendah, terutama dari asosiasi pengusaha, untuk mencegah persaingan dalam penyediaan upah.

 

Sumber : https://materi.co.id/